May 13, 2008
Brand New Day
We're starting up a brand new day!
Yup, kami berdua, Siwoer dan Siwir, telah memulai hari yang baru. Sebuah babak baru dalam kehidupan kami.
Setelah berindehoi selama kurang lebih 2 tahunan, akhirnya pada tanggal 3 Mei 2008 yang lalu, kami memutuskan untuk menikah.
Boleh dibilang pernikahan kami sangat-sangat sederhana sekali. Sebelumnya, kami memang telah sepakat untuk menikah dengan paket hemat saja. Tidak lain dan tidak bukan karena alasan klasik. Adalah uang!
Kondisi keuangan kami berdua yang serba terbatas dan menurut hemat kami pada waktu itu, sebaiknya janganlah mengadakan acara pesta pernikahan dengan meminjam uang sana sini. Apalagi saya sudah terlilit utang KPR! :P
Kalau ada saudara yang membantu, ya diterima. Kalau tidak ada, ya cukup gigit jari saja! :P
Tidaklah baik menggantungkan bantuan dari sanak saudara hanya untuk mengadakan sebuah pesta, yang mungkin paling lama 2 jam-an.
Acaranya, cuma akad nikah di KUA Jatinegara, lantas selamatan di rumahnya Siwir. Itu saja! Itupun, sudah lebih dari cukup buat kami berdua. Alhamdulilah!
Setelah 5 hari tinggal di rumah mertua, tanggal 9 Mei 2008, saya berpamitan ke mertua buat memboyong Siwir ke Bogor. Sepertinya kurang bagus juga buat saya tinggal berlama-lama dengan mertua, meskipun sudah menjadi orang tua sendiri.
Sebaiknya kami hidup mandiri biarpun dalam taraf awal pasti masih banyak kekurangannya. Tetapi itu baik buat kami berdua. Setidaknya, hal itu akan mendidik kami untuk berpikir bagaimana caranya mengatasi setiap permasalahan dan keadaan bersama-sama.
Senin kemarin, hari pertama masuk kerja, setelah seminggu lama mengambil cuti. Honimun gitu loh critanya! :P
Hari kerja pertama dengan kebiasaan baru. Jam 4:15 in the morning yang masih buta harus sudah bangun, dan jam 5:15 kudu sudah keluar rumah. Karena saya kudu ngontel sepeda saya dulu ke stasiun Cilebut buat ngejar KRL yang jam 5:50. Kira-kira 15 menitan ngontel dari rumah ke stasiun. Maklum, belum punya motor atawa mobil.
Yup, sekarang saya bergabung dengan roker alias rombongan kereta dan saya juga bergabung dengan B2W, biarpun sepeda saya jenis jengki yang ada keranjangnya di depan. Kring...kring...tut...tuuut! Eh, KRL gak bisa tut tut deng! :P
