May 28, 2007

Bongkar Pasang 

Benar juga kalau ada orang ngomong ‘terima bongkar tidak terima pasang’. Pada kenyataannya memang lebih mudah membongkar dibandingkan memasang.

Sama halnya waktu hari minggu kemarin saat membongkar kipas angin.

Beberapa hari yang lalu, saya sempat kepikiran buat menservis kipas angin. Soalnya sejak pertama kali beli belum pernah diservis. Paling-paling cuma mengelap debu yang menempel di permukaan.

Kalaupun pernah dibuka, paling-paling cuma buat membersihkan baling-balingnya doang. Mesinnya? Belum pernah sama sekali.

Sesekali kipas anginnya perlu juga turun mesin biar lebih awet. Apalagi tulisan spidol di bagian pantatnya tertera 9-9-2000. Artinya, usianya hampir tujuh tahun. Mana setiap hari selalu menyala lagi.

Bisa dibilang, begitu masuk kamar, kipas langsung nyala. Jarang sekali tidak menyalakannya. Namanya juga Jakarta, kapan hawanya tidak panas?

Kembali ke masalah bongkar pasang itu tadi. Namanya juga membongkar, so pasti gampang dan tidak makan waktu lama. Tidak sampai sejam satu persatu spare partnya sudah bisa saya lepas sampai yang sekecil-kecilnya, termasuk rotornya.

Bagian komponen dari bahan plastik saya cuci terus dijemur. Sedang pada bagian motor penggerak dan bagian-bagian lain yang selalu bergerak saya bersihkan terus diminyaki.

Singkat kata, setalah selesai akhirnya sampai juga pada acara memasang. Sesimpelnya mesin kipas angin, tetap saja ribet. Masang satu persatu spare part termasuk mensolder kabel-kabel yang saya gunting. Ambil gampangnya saja :D

Dan seperti yang sudah saya duga sebelumnya. Dugaan saya ini berdasarkan pengalaman bongkar pasang di waktu yang lalu.

Begitu semuanya sudah terpasang dan kipasnya sudah bisa jalan seperti semula, ada dua mur yang ketinggalan. Mesti! :P