March 14, 2007
Wisata Kuliner
Yup, wisata kuliner! Wisata mengunjungi tempat-tempat makan, yang tentunya buat makan-makan. Apalagi kalau makannya berbau-bau gretongan gitu. Asyik bukan? Ceritanya begini.
Minggu-minggu ini saya banyak menerima undangan pernikahan dari beberapa kawan. Sebagai seorang penikmat makanan sejati, sayang sekali buat dilewatkan begitu saja acara kondangan semacam ini.
Salah satunya kondangan yang saya hadiri minggu kemarin. Kebetulan sekali pestanya meriah dan mewah. Maklum, karena kedua mempelai berasal dari kalangan berada.
Seperti biasanya, para kurcaci berkumpul di depan gedung sebelum masuk ke ruang pelaminan sambil menunggu teman yang lainnya datang.
Begitu formasi kurcaci lengkap, kamipun lantas berjalan di atas karpet merah yang mengarah ke barisan orang-orang yang mengantri buat memberikan ucapan selamat. So pasti, kami juga masukin amplop ke kotak dong.
Saat sedang berjalan pelan-pelan karena antriannya panjang sekali, kamipun berbisik-bisik. Cari target utama! Kambing guling! Sontak mata kami bereaksi secara cepat. Memakai metode scanning and skimming, kami baca satu persatu name tag yang ada pada bagian atas gubuk-gubukan yang penuh makanan.
Break...break! Musuh posisinya arah jam 8, samping gubuk siomay! Roger, ganti! Begitu kata teman saat matanya menemukan gubuk kambing guling.
Pindai! Tandai itu! Jangan sampai lupa! Inget-inget tempatnya! Jadi begitu turun dari panggung, langsung kami kesana. Siplah, akhirnya para kurcaci sepakat.
Maklum, ruang dalam gedungnya lumayan luas. Kalau harus muter-muter dulu buat mencari embek guling-guling bisa dying young ntar. Apalagi, paginya sengaja gak sarapan.
Selanjutnya bisa ditebak. Begitu selesai salaman, keempat wisatawan kuliner yang gagah perkakas dan harum pulak, langsung menyerbu gubuk kambing guling. Kemudian kamipun makan-makan sambil merem melek. Rasanya...mak mbeeekkk! :P
Namanya juga wisata kuliner, rugi dong kalau incip-incip satu jenis kuliner saja. Apalagi wisata kulinernya di dalam gedung. Modalnya cuma dengkul sama perut doang kok. Sutan nan gadang batangnyo bilang sekali kayuh dua tiga gubuk makanan terlampaui. Lanjooot!
Aneka pasta, lasagna, spagheti sukses masuk perut, zupa-zupa telan juga, iga asam pedas ho oh, sate ikan campur, chicken cordon blue, nasi bali, fresh garden salad, aneka puding, es krim, dan berakhir dengan segelas air putih dingin.
Sutan nan gadang batangnyo bertanya, "Manalagi yang belum?"
Belam-belum pala lo peyang! Nih perut udah mo pecah tau! Dasar katrok! Ndeso! Ndeso! :D
Akhirnya kami sepakat mengakhiri acara wisata kuliner hari itu dengan hati puas dan perut kenyang. Oalah gusti, hidup kok makin lama makin enak gini toh! :P
March 07, 2007
Kecelakaan Lagi
Rasa-rasanya baru saja kemarin (1/1/07), Adam Air dikabarkan jatuh di perairan Majene, Sulawesi Barat. Sampai sekarang belum juga berhasil diketemukan keberadaan bangkainya bersama para penumpangnya.Pagi ini (7/3/07), begitu tiba di kantor, sudah tersiar kabar kalau Garuda Indonesia terbakar di Bandara Adi Sucipto, Jogja. Ketika melihat siaran langsung di TV, keadaannya mengenaskan sekali. Seluruh badan pesawat hancur dan terbakar. Sekian orang dikabarkan berhasil menyelamatkan diri dan sekian lagi masih belum diketahui keadaannya.
Padahal sebelumnya, belum lama juga, KM Levina I dikabarkan terbakar di selat Sunda dengan sekian ratus penumpangnya berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan puluhan lainnya diberitakan tewas.Belum lagi, sebelumnya ada berita tentang kecelakaan kereta api, dan kecelakaan lain-lainnya.
Kalau sudah begini, what’s next? Apa harus naik bajaj?
Mendingan naik kuda saja. Belum pernah ada berita di koran-koran tabrakan antara kuda dengan kuda atau kuda dengan moda transportasi lainnya. Tuk, tik, tak, tik, tuk, suara sepatu kuda. YIHAAAAAA!!! :P
