October 10, 2007

Minggu Terakhir 

Tak dinyana puasanya sudah memasuki hari-hari terakhir dan akhir minggu ini sudah lebaran. Kalau melihat tanggal, terakhir posting masih pada minggu-minggu pertama puasa.

Well, selama tiga minggu selama bulan puasa ini, aktifitas masih tetap seperti biasanya. Ngantor dari senin sampai jumat. Jam masuk tetap setengah delapan pagi, hanya saja pulangnya jam setengah lima sore. Maju setengah jam dibandingkan jam normal. Lumayan dapat diskon setengah jam.

Dan kebetulan, selama bulan puasa ini juga jarang pulang malam, dan sebisa mungkin jangan sampai pulang malam. Kalau bisa sebelum jam lima sore sudah keluar kantor, biar bisa buka di rumah.

Biarpun pulangnya lebih awal dibandingkan hari-hari biasa, tetapi butuh perjuangan yang cukup keras dan melelahkan jiwa untuk bisa sampai rumah sebelum magrib. Apalagi kalau bukan karena MACET yang sangat sangat parah! :P

Sepertinya hampir semua orang yang sedang menjalankan ibadah puasa, inginnya tiba di rumah sebelum magrib agar bisa berbuka puasa bersama keluarga di rumah. Tetapi kalau yang punya keinginan seperti itu orang se-jabodetabek, bisa dibayangkan kemacetan sore hari demi mengejar buka puasa di rumah.

Bila terlambat beberapa menit saja keluar kantornya, ujung-ujungnya terpaksa buka puasa di angkot sambil menahan dongkol, gara-garanya jalan raya yang begitu lebarnya bisa berubah jadi lahan parkir gratis dan masal.

Belum lagi, ini mungkin karena semakin bertambahnya usia, bila kejebak kemacetan parah, saya sering merasa pusing kepala. Akibat terlalu banyak mengisap udara kotor dan asap knalpot kali.

Mulai senin kemarin, situasi Jakarta sudah mulai lengang. Mungkin karena anak sekolah sudah pada libur atau barangkali ada sebagian pekerja yang sudah mengambil cuti?

Mau cuti diperpanjang, mau diperpendek, emangnya gw pikirin. Bagi saya, yang sudah bertahun-tahun terdampar dalam penderitaan di kos-kosan, yang terpenting itu warteg tetap buka! Kalau owner atau pegawai warteg pada cuti, baru puyeng! Emangnya engkong lo mau masakin gw apa? :P

Seperti biasanya juga, setiap Sabtu siang selalu ke Bogor buat ngecek anak-anak yang lagi ngerjain rumah. Sesuai dengan rencana semula, sebelum lebaran, semua pekerjaan konstruksi yang berat-berat sudah kelar dan atap sudah naik. Pekerjaan selanjutnya tinggal finishing saja. Moga-moga sebulan dua bulan ke depan sudah kelar.

Kemarin sebagain anak-anak juga sudah pamitan kalau tanggal sepuluh ini mereka minta ijin libur sampai kira-kira tiga empat hari setelah lebaran. Sisanya, ada dua orang lagi yang tetap tinggal di rumah buat jaga. Soalnya banyak material dan bahan-bahan yang belum dipasang.

Tanggal 14 nanti atau lebaran kedua nanti rencananya mau mudik ke Madiun. Dapat tiketnya memang tanggal segitu. Kalau tiket buat sebelum lebaran jangan tanya, ludes! Ya, seperti berita di tv-tv sama di koran-koran itu. Betapa dahsyatnya pertarungan buat memperebutkan tiket mudik pada tanggal-tanggal H minus sekian. Ada yang dibelain menginap di stasiun segala :P

Boleh dibilang, sekarang sudah gak ngoyo lagi kalau mudik harus sebelum lebaran. Yang penting mudik. Apalagi saya sudah mengalami sembilan kali mudik dari Jakarta plus tujuh kali mudik dari Surabaya.

Tidak bisa dipungkiri, perasaan home-sick ketika lebaran itu ada, biarpun sudah belasan tahun merantau. At least, pasti teringat dengan sesuatu sama yang namanya ’kota kelahiran’.

Well, mendekati saat terakhir puasa, tolong doain agar tetap kuat sampai selesai. Jujur, buat saya puasa itu berat sekali. Berat semuanya. Ya berat nahan haus, berat nahan lapar, berat nahan emosi dan nahan yang lain-lainnya.

Belum lagi badan terasa lemas. Apapun juga, karena tubuh tidak terisi makanan dan minuman sekian jam, so pastilah terasa lemas. Ditambah lagi rasa kantuk yang hebat, namanya juga jam tidurnya terpotong. Makanya salut saya, kalau ada yang bilang puasa itu ”biasa-biasa saja” atau malahan ”ah enteng itu!”

Bisa kebayangkan puasa-puasa gini kepanasan di dalam angkot yang lagi kejebak macet, mana suara klakson tat tit tut brat bret brot pula terus ngeliat tukang buah yang lagi jualan buah seger-seger yang atasnya ditaruh es batu? :(

Wokeh, akhirnya sayah mengucapkan minal aidzin wal fa idzin, mohon maaf lahir dan batin. Kalau lebaran inget-inget ya, jangan sampai mabuk ketupat?! :P