February 13, 2007
Keteteran
Akhirnya, saya merasa keteteran juga bekerja di kolam yang baru ini. Setiap hari rasanya seperti diuber-uber, padahal gak ada yang nguber. Banyak hal yang belum saya ketahui, tapi pertanyaan datang bertubi-tubi dan harus segera dikerjakan semuanya. Lebih banyak pernak-perniknya di tempat baru ini. Sampai sekarang belum bisa kepegang ekornya! Makanya masih susah buat nebak yang mana ekornya kerjaan sini?
Saking keteterannya, badan saya jadi kurus kering tinggal tulang. Wong Suroboyo ngomong, kari balung mbek entut thok! Untung saja gak dikejar-kejar anjing kalau sedang berjalan. :D
Sampai lupa juga buat bercerita tentang banjir besar yang melanda ibukotah tercintah kemari. Padahal jum'at malam menjelang banjir besar, sempat muter-muter buat nyari jalan karena terjebak banjir di wilayah Jakarta Timur. Mana jalannya gelap gulita pula, ditambah hujan deras yang tak kunjung berhenti *njrit bahasanyo :P* Situasinya mirip-mirip jaman peranglah!
Belum lagi cerita-cerita seru di apartemen saya yang gelap gulita gara-garanya lampu mati dari hari Sabtu pas banjir sampai hari Kamis minggu berikutnya. Begitu masuk gang apalagi masuk ke apartemen, wuih suasananya mirip-mirip pedesaan. Dimana-mana yang kelihatan cahaya lilin atau lampu minyak.
Cerita kejebak macet dan kehujanan saat di Bogor juga luput buat dikisahkan kepada saudara-saudara sekalian. Padahal ceritanya seru mengharu biru dan gak ada lucu-lucunya sama sekali. Sedih dan pilu lah pokoknya! :P
Semuanya gara-garanya keteteran. Sudah keteteran, kapan hari itu waktu mau duduk ke kursi sempat kesrimpet kabel LAN. Alhasil beberapa hari gak bisa konek, lah wong kondisi normal saja loadingnya senut-senut, apalagi kabelnya kesangkut kaki dan hub-nya terjatuh. Jelas saja modyar pisan internetnya. Yah, maapin sahayah ini yang belum sempat menengok blog andah semuanyah :D
Tapi still yakin saja kalau badai pasti berlalu wokeh?! Edi sud rahmat kartolo, maksud lo?! :P
