February 21, 2007
46
46, baca empat enam!
46, 46! Yang 4 masih bisa. Geseran dikit dong Pak! Ya, yang 6 tolong di isi dulu! Begitu teriak para sopir angkot dan juga timer angkot kalau sedang mencari penumpang.
Angka 46 adalah kombinasi tempat duduk di angkot. 4 orang untuk bangku yang pendek dan 6 orang buat bangku yang panjang. Sedangkan tambahan tempat duduk dekat pintu masuk yang menghadap ke belakang atau yang duduk dekat sopir jarang sekali disebut.
Rupanya kombinasi angka 46 sudah menjadi suatu keharusan untuk mengatur duduknya para penumpang. Malahan bisa dibilang menjadi angka yang sakral di dunia perangkotan.
Maklum saja, soalnya kombinasi angka itu adalah jumlah orang maksimal yang bisa dimuat angkot pada bagian belakang. Otomatis juga akan memberikan imbal hasil yang maksimal pula.
Masalah jarak tempuh yang bisa berpengaruh pada ongkos yang akan diterima, itu ntar dulu. Yang penting penuh dulu!
Dari manakah ide mendapatkan kombinasi angka 46 itu?
Bisa jadi, dulu sekali ada semacam uji coba untuk mengetahui jumlah maksimal penumpang angkot. Satu persatu orang disuruh duduk di dalam angkot dan dihitung jumlahnya. Nah, ketemulah angka yang Basuki bilang 'top markotop' dan 'good marsogood'.
Sayangnya, waktu uji coba dulu, tidak memperhitungkan besar kecilnya badan penumpang. Sample yang diambil ukuran tubuhnya semua sama, langsing. Sayangnya lagi, ini yang dijadikan patokan sopir angkot buat narik penumpang tanpa melihat ukuran tubuh penumpang.
Tapi apa iya kalau badannya penumpang itu semuanya sama? Bagaimana kalau ada satu saja penumpang yang tubuhnya berukuran Xangat Xangat Longgar? Nah, ini yang jadi masalah!
Belum lagi kalau ada penumpang yang memiliki kebiasaan duduknya miring dan menghadap ke depan. Katanya sih, biar terlihat lebih anggun dan sopan gitu. Atau malah takut ketahuan kalau tadi lupa pakai pampers?
Kalau sudah begini, Bang Samosir Rajasinga akan nyeletuk, "Bah, enak aza kau duduk ini. Emangnya ini mobil punya nenekmu apah?"
Sebagai seorang eksekutif muda yang dinamis dan selalu pringas-pringis saya selalu naik angkot ke kantor. Dan saya sering menjadi korban pelecehan seksual karena kombinasi angka 46.
Gara-gara 46, saya tadi sempat dipelototin dan diomelin emak-emak yang berbodi luhur. Habisnya emak-emak itu maksain juga buat duduk.
Sembari menggeol-geolkan pantatnya agar bisa duduk plus mulutnya jedir maju 10 senti, dia menggerutu, "Sopirnya aja bilang 46!"
Yah, biarpun masih 5 orang, tapi kan yang duduk di belakang sopir sana bodinya subur juga. Wajar dong kalau penuh.
Sekarang masih ketambahan satu dan subur pula. Begitu dia duduk dan maksain pantat nempel ke bangku, pantat saya jadinya kegencet pantatnya dia.
Alhasil kami duduknya saling empot-empotan, eh empet-empetan deng! :P
