January 03, 2007
Postingan Pembuka
Terakhir kali mempublikasikan tulisan di media blog ini pada tanggal 15 Desember 2006. Sejak itu memang belum ada kisah-kisah terbaru yang bisa untuk diceritakan. Dan ternyata postingan tersebut menjadi publikasi terakhir untuk tahun 2006, karena sekarang sudah menginjak tahun 2007.
Anggaplah tulisan kali ini sebagai pembuka postingan bertahun 2007.
Dari pertengahan hingga akhir Desember.
Tidak terlalu banyak aktifitas yang bisa saya ceritakan. Apalagi cerita-cerita seru yang layak disebarluaskan. Maklum, masih kalah seru dibandingkan berita YZ - ME serta kematian seorang artis. Makanya mendingan ngupload puisinya Edwin Arlington Robinson (1869-1935).
Lainnya, saya sendiri sempat dipusingkan urusan mencari tukang buat renovasi. Setelah tanya sana kemari, sulit sekali mendapat tukang pada akhir tahun. Alasannya sama, semua tukang yang direkomendasikan teman lagi ada proyek. Sekarang mereka sedang mengejar target agar semua proyek garapan bisa kelar sebelum tahun baru. Terpaksalah saya menunggu sampai mereka selesai.
Dari kalkulasi sementara kebutuhan biaya hingga mencari tukang yang pas, ternyata oh ternyata, bisa membikin kepala ini pusing tujuh keliling. Satu keliling saja sudah puyeng, apalagi tujuh keliling?
Malam tahun baru.
Tidak ada acara khusus buat malam tahun baruan. Apalagi ke pesta di hotel berbintang lima buat menyambut tahun baru. Buset dah, emangnya pernah pergi ke pesta apa? :P Lebih baik uangnya dihemat buat nambah-nambah beli pasir dan semen nanti.
Cuma siangnya menyempatkan jalan sama Siwir naik busway ke Blok M. Dia bilang katanya ongkos busway mau naik jadi goceng, makanya kudu disempatin naik. Kebetulan juga ada rencana mau melihat-lihat barang etnik di pasaraya. Begitu sampai di sana, ternyata tutup!
Akhirnya malah jalan-jalan gak jelas juntrungannya, sampai kaki gempor. Lumayan sepi jalanan protokol Jakarta waktu hari minggu siang itu.
Baru sekitar jam tujuhan malam, kelihatan kalau jalanan mulai bertambah ramai. Dan semakin malam semakin padat. Sebelum terjebak kemacetan malam tahun baru yang parah, mendingan cabut pulang.
Selebihnya bengong di rumah sambil nonton tivi.
Saat enak-enaknya mata mulai merem melek karena sakaw sama aroma sarung, tiba-tiba suara letusan petasan terdengar ramai. Malahan semakin ramai dan semakin runtun bunyinya.
Begitu bangun dan melihat jam, sudah jam dua belas malam. Lantas pergi ke gerbang depan, benar saja adanya, para tetangga pada berkumpul di depan melihat kembang api. Dengar punya dengar, katanya konglomerat terkaya di gang senggol yang beli kembang apinya.
Lumayan besar dan lama juga nyala kembang apinya menurut ukuran gang senggol. Jadinya gak perlu ke Ancol kalau mau melihat kembang api. Cukup modal kolor plus sarung, sambil jongkok di depan pintu gerbang, sudah bisa melihat kembang api berwarna-warni. Mana indah dan besar pulak.
Setelah duapuluh menitan berlalu, atraksi kembang apinya selesai. Terus balik lagi ke kamar, melanjutkan lamunan purba.
No resolution but keep ngoroking! Well guys, selamat tahun baru 2007. Semoga semuanya bertambah baik keadaannya, wokeh?! :P
