January 19, 2007
Panas dan Air
Seharusnya bulan Januari ini sudah masanya musim penghujan. Tanda-tanda hujan turun telah ada pada penghujung bulan Desember tahun lalu. Setidaknya, pada liburan 3 hari menjelang natalan sampai dengan liburan tahun baru, hampir tiap hari Jakarta diguyur hujan. Malahan, di beberapa bagian Jakarta utara telah diberitakan terjadi banjir.
Tapi entah kenapa, setelah itu sampai sekarang, hujan tiba-tiba lenyap. Akibatnya udaranya kembali panas menyengat seperti pada puncak musim kemarau kemarin.
Jangankan siang hari, sedang pada malam haripun hawanya cukup gerah. Tidur malam tidak bisa nyenyak karena badan selalu berkeringat. Sebentar-sebentar terjaga, gara-garanya peluh mengucur. Bairpun sudah pakai kipas angin, tapi masih terasa panas juga.
Sebuah kemewahan kalau ada AC di kamar tidur! Sambil membayangkan tidur di kamar hotel berbintang lima yang super duper mewah.
Sebagai penikmat angkot dan kendaraan umum lainnya, setiap saat harus berkeringat bila sedang dalam perjalanan. Bisa dibayangkan, sudah kondisinya dalam angkot cukup panas karena terik matahari, masih ditambah lagi kepulan asap dari knalpot kendaraan bermotor. Diperparah lagi dengan kemacetan yang semakin hari semakin menjadi-jadi. Komplitlah!
Padahal sebelum berangkat mancing di pagi hari, sehabis mandi selalu menyemprotkan minyak si nyongnyong. Tapi begitu sampai di tempat pemancingan, baunya apek semua.
Agaknya penderitaan kaum urban ini masih belum cukup dengan kepanasan doang.
Seperti yang diberitakan di koran-koran kalau pasokan air PAM di wilayah DKI menurun. Apesnya lagi, di tempat pemancingan sini menjadi salah satu korban penurunan debit air. Karena jumlah air dalam bak penampungan menjadi terbatas, terpaksalah airnya digilir. Sekian jam berhenti total, lantas dialirkan lagi buat kira-kira setengah jam. Kemudian dimatikan lagi buat mengisi bak penampungan lagi.
Karena air digilir, terpaksa juga para pemancing harus mengatur input dan output biarpun kerongkongan kering kalau habis dari luar. Artinya, jangan sampai kebanyakan minum. Jangan sampai pas kebles pipit terus gak ada air. Najong man!
Begitu waktunya air sudah mengalir, semuanya beramai-ramai ke toilet. Kebelet gak kebelet yang penting keluarin! Daripada nahan kebelet gara-gara gak ada air, bisa-bisa jadi batu akik ntar. :P
Wuih, lengkap sudah penderitaan kaum urban ini, udara panas menyengat dan air PAM byar pet. Oalah gusti, berilah hambamu ini power buat menghadapi penderitaan ini :P
