December 07, 2006
G-String
Ternyata ada juga toh G-String buat laki-laki?
Bermula saat mandi di tempat ganti pakaian sehabis berenang. Seperti biasanya, setelah berenang di sebuah kolam renang, sayapun mandi terlebih dahulu di kamar mandi bersama yang menyatu dengan kamar-kamar kecil tempat berganti pakaian.
Sudah jamak kalau tempat mandi di kolam renang hanya berupa shower yang berderet tanpa penyekat dengan sistem mandi bersama-sama. Dilengkapi dengan air panas dan dingin, serta keperluan mandi standar seperti shampo dan sabun.
Dengan pertimbangan karena telah dikhususkan untuk jenis kelamin tertentu, tak heran orang merasa bebas ketika sedang mandi, meskipun mandinya bersama-sama dengan orang lain.
Ada sebagian orang merasa nyaman mandinya tanpa melepas celana renangnya. Ada pula yang merasa lebih nyaman hanya dengan bercelana dalam saja, termasuk tukang ketik blog ini. Sedang bagi para lelaki dengan selera pemberani mandinya dengan melepaskan semua yang melekat di badan alias bugil. Mereka pikir, toh hardware-nya sama saja bentuknya. Mustahil terjadi hal-hal yang diinginkan. (?!)
Suatu ketika, saat saya tengah mandi di situ setelah berenang, kemudian masuk seseorang laki-laki dengan taksiran usia lebih muda dibandingkan saya. I may say brondong! :P
Dia menaruh barang-barang bawaannya ke kotak penyimpanan, melepas baju, melepas celana renangnya yang tampak masih basah, lantas berjalan ke arah shower yang di tengah. Sedangkan saya sendiri tengah menikmati siraman air dari shower yang terletak dekat pintu masuk, sambil menggosok-gosok sekujur tubuh dengan sabun.
Hanya saja, saat dia tengah mandi sambil memutar-mutar tubuhnya di bawah shower, barulah tampak oleh mata saya adanya sesuatu yang tak biasa. Pada bagian belakang celana dalamnya terbuka lebar. Wowww!!!
Saya pikir model celana dalam, sempak kata orang kampung seperti saya ini, G-String cuma buat kaum wanita saja, ternyata ada juga buat laki-laki biarpun tidak sama persis bentuknya. Tapi dasar modelnya sama dengan G-Stringnya wanita.
Duh, betapa bukan metrosexual-nya saya ini. Benar-benar tidak tahu perkembangan mode terkini dunia persempakkan di tanah air. Selama ini, saya kira bentuknya ya begitu begitu saja, segitiga biasa. Paling-paling yang beda, warna, bahan dan motifnya. Ternyata oh ternyata! Sambil curi-curi pandang dengan membandingkan cap buaya mangap yang saya pakai.
Begini ini akibatnya kalau orang terlalu puritan. Tahunya cap buaya mangap doang. Itupun belinya di Indomaret. Sekali-kali kek belanja CD di mall mall gitu, biar tahu model cutting edge.
Kayaknya beli yang model gituan enak kali. Isis isis gimana gitu loh kesannya. Sekali kentut...busss, bikin orang seangkot tewas! :P
