October 19, 2006
Mudik
Wuih, nggak kerasa puasanya sudah pada etape terakhir, tinggal beberapa hari saja. Sayangnya, puasa kali ini nggak banyak cerita-cerita seru yang bisa di tulis. Ditambah juga, sejak mulai puasa sampai minggu kemarin, aktifitas sehari-hari lebih sering berada di luar ruangan.
Seperti yang lalu-lalu, kalo puasa itu lebih berat nahan ngantuknya. Asli!
Tau sendiri kan, hidup di gang senggol di Jakarta itu kaya gimana? Ibarat jam 12-an atau jam 1-an mata baru bisa merem, jam setengah 2-an udah melek lagi gara-gara suara bedug keliling yang ditabuh kenceng-kenceng. Terus, baru bisa tidur lagi setelah subuhan.
Tapi kata orang dinikmati aja. Kalau ngantuk pas paginya, ya dirasain aja sensasi ngantuknya. Namanya juga hidup di gang senggol yang cukup dinamis.
Kebanyakan, jumat besok adalah hari kerja terakhir. Banyak orang yang sudah berkemas-kemas hendak mudik ke kampung halaman dan berlebaran di sana.
Saya sendiri juga mau mudik. Rencana semula tanggal 22 dengan naik kereta. Malahan saya sudah beli karcisnya segala.
Tapi kemarin para belalang tempur (temen kos yang sudah pindah kos tapi tetep ngekos :P) pada ngajak mudik tanggal 21 dengan naik kendaraan. Maju sehari dibandingin rencana semula. Akhirnya, karcis yang sudah saya belipun telah berpindah tangan, dibeli teman kantornya teman yang belum dapat tiket.
Seperti yang dulu-dulu juga, biasanya kendaraan hanya sampai Semarang saja, karena pemiliknya asli sana. Lantas, saya melanjutkan ke Madiun dengan naik bis, bareng teman yang mudik ke Solo. Jadinya masih dua kali oper bis, dari Semarang ke Solo lanjut dari Solo ke Madiun. Sekitar 5 jam-an lah!
Dan seperti biasanya juga, setiap kali mudik nggak pernah bawa barang-barang banyak sampe sekardus penuh apalagi gembolan yang dibungkus taplak meja mirip tayangan info mudik yang di tivi-tivi itu.
Andalan tetap ada pada tas ransel. Isi dengan baju dan peralatan standar secukupnya. Terus tas pinggang buat menyimpan dompet dan perlengkapan vital lainnya yang membutuhkan kecepatan akses.
Intinya buat seringkas mungkin. Selain lebih praktis juga buat berjaga-jaga, seandainya di terminal mendadak ada dangdut. Kan sayang tuh kalau nggak joged. Lai lai lai lai lai lai/ Panggil aku si jablai/ Abang jarang pulang/ Aku jarang dibelai. :P
Perkenankan saya mengucapkan:
Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1427 H
Minal Aidzin Wal Fa Idzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin
======
Beberapa gambar mudik tahun 2004, mudik terparah yang pernah saya alami. Berangkat dari Jakarta malam, sampai Semarang sudah malam lagi. Butuh kira-kira 27 jam Jakarta - Semarang, sampai Madiun pagi hari menjelang sholat ied.
Seingat saya pada tahun ini juga saya melihat pemudik sepeda bermotor dalam jumlah yang cukup besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Yang menyedihkan, seperti yang sudah saya duga sebelumnya, saking banyaknya kendaraan bermotor di jalanan, saya sendiri sempat membatin, sangat gampang sekali terjadi kecelakaan. Dan benar, ada sekitar 8 kali kecelakaan yang saya lihat dengan mata kepala sendiri sepanjang Jakarta - Semarang. Bisa ditebak, faktor kelelahan penyebab utamanya.



