September 26, 2006
Buku Termahal
Akhirnya Jumat kemarin, saya mengulang lagi pergi ke Gramedia Matraman. Soalnya masih penasaran sekali sama bukunya Pak Habibie yang baru saja diterbitkan, Detik-Detik yang Menentukan. Cuma ya itu, begitu membalik bukunya lantas ketahuan harganya, Rp150 ribu!
Sehari sebelumnya, Kamis malam, sebenarnya saya sudah ke sini, tapi waktu itu belum ada bukunya. Malahan sempat saya tanyakan ke Mas yang berdasi merah yang lagi menata tumpukan buku dan apa katanya?
"Kan malam ini baru saja di launching di Grand Melia, Pak. Jadinya belum masuk ke toko. Mungkin Jumat atau Sabtu bukunya baru ada."
"Ooo..."
Ya, begini ini kalau baca koran sekedar 'scanning and skimming'. Tidak dibaca detail beritanya. Baru baca judulnya saja terus sudah berani menyimpulkan.
Tetapi sekarang begitu tahu harga bukunya, kok jadi ragu-ragu juga mau beli apa tidak. Terus-terang kelewat mahal!
Karena masih bingung, kemudian saya menyempatkan mondar-mandir dulu ke tumpukan buku-buku lainnya. Sekedar melihat sepintas lalu saja. Karena toh yang namanya pikiran ini tetap saja berputar-putar, menimbang-nimbang, jadi beli apa tidak.
Lantas, sayapun turun ke lantai bawah buat melihat-lihat koleksi Eiger. Memang, mata ini menyapu satu persatu pajangan tas ransel, jaket, sepatu, topi, dompet, tas pinggang, bandana, sampai tanya-tanya gesper ke Mbak penjaga berseragam hitam putih. Biarpun berlama-lama di counter ini, tapi masih belum ada keputusan juga.
Beli--Tidak? Beli--Tidak?
Kalaulah saya jadi memutuskan membelinya, itu karena semata-mata saya menyukai buku-buku yang berlatarbelakang sejarah, sekaligus melengkapi apa yang sudah saya miliki.
Dulu sekali, saya sudah membeli buku 'Hari-Hari Terpanjang' yang diterbitkan Kompas pada Mei 2001 untuk cetakan pertama. Intinya sama, mengungkapkan peristiwa mundurnya Presiden Suharto. Hanya saja yang ini, ditulis langsung oleh pelaku sejarahnya sendiri.
Juga tiga biji CD-ROM volume I - III dari Tempo, yang tanggal pembeliannya saya tuliskan pada sisi bagian dalam cover, tertanggal 20 Oktober 2000. Ada juga VCD tentang Tragedi Jakarta 1998 (Gerakan Mahasiswa di Indonesia).
Sudah hampir jam 9 malam.
Well, saya putuskan untuk membeli. Itupun setelah capek berputar-putar dari lantai 2 ke lantai 1 dan balik lagi. Belum lagi, tadi waktu kesininya naik angkot dan terjebak kemacetan yang sangat parah. Sepertinya karena Jumat dan menjelang puasa.
Setibanya di depan kasir, menyerahkan buku, lantas membayar harga yang tertera di display. Dan sayapun membatin: ini buku termahal yang pernah saya beli! :(
-----
Catatan: Mengingat buku ini diterbitkan oleh penerbit PT. The Habibie Center (THC) Mandiri, yang (sepertinya) masih berafiliasi dengan institusi The Habibie Center, sebuah lembaga nirlaba, mbok ya o harga bukunya diturunin. Agar lebih terjangkau oleh masyarakat luas. Terlebih pada halaman kedua terdapat tulisan: Dipersembahkan kepada Rakyat Indonesia. Tanda tangan B.J. Habibie.
