October 18, 2004

Marching Band 

Sudah menjadi tradisi yang turun temurun kalau dalam puasa biasanya akan bermunculan kelompok marching band. Pada umumnya kelompok-kelompok marching band ini akan unjuk gigi di tengah malam buta. Kostum mereka cukup sederhana, tanpa atribut berwarna warni ibarat marching band yang memeriahkan acara tujuh belasan. Paling-paling kostum yang mereka kenakan hanyalah peci, kaos oblong, sandal jepit, dan tentunya sarung yang sedikit kumal. Gak bau ompolnya si peyang, udah untung.

Perkusi yang mereka bawa dalam berolah nadapun tergolong sederhana. Tidak punya simbal, tutup pancinya si emakpun jadilah. Kadang-kadang juga botol kecap si mbok yang jual rujak diembat juga. Sering terlihat ada yang membawa batangan besi padat yang dipukul-pukul. Mungkin hasil mencabut pagar tetangga sebelah rumah.

Rasanya memang kurang afdol kalau sebuah kelompok marching band tidak dilengkapi dengan sebuah bedug sebagai ciri utama dan inti dari musik jenis instrumentalia tengah malam. Untuk perkakas yang satu ini tidak tanggung-tanggung. Hampir semua kelompok marching band yang mondar-mandir di seputaran rumah memakai bahan drum minyak tanah yang dibelah dua dengan salah satu sisi dilapisi kulit. Lantas diusung di atas gerobak kecil.

Sekali gebuk...busyet dah suaranya! Menggelegar dahsyat! Dijamin buat semuanya yang lagi bobok manis sambil ngebayangin memeluk bodi si doski nan aduhai langsung nungging. Belum imbas dari efek vibrasi yang keluar dari gebukannya, tuititnya mobil-mobil tetangga yang sensornya lumayan peka pada berbunyi nyaring semua...tuitit...tuitit...tuitit...tuitit...tuitttttttt. Masih ditambah lagi bunyi tititnya jam weker dari kamar sebelah, sebelah, sebelah, sebelah, dan sebelahnya lagi.

Kesemarakan yang membahana di pagi-pagi buta di tengah perkampungan kota Jakarta. Benar-benar kemeriahan gratis yang tak usah membeli untuk mendapatkannya. Yah, namanya juga puasa di kampung bang. Bukan di komplek. Kalau di komplek mah adem ayem. Tinggal nunggu pak satpam mukul tiang listrik jam setengah empatan. Bangun langsung makan.

Kalau di kampung...heboh! Jam setengah dua pagi para musisi jalanan juga sudah mulai beraksi. Jangan nanya bisa tidur nyenyak apa gak? Asal pantat bisa nungging plus mata merem di atas kasur juga udah lumayan kok bang. :P

----
diceritakan kembali dalam keadaan mata merem sebelah, perut kosong, mulut asem dan berbagai penderitaan lainnya :(